Slide # 1

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan 2019

Foto Bersama Keluarga Besar Prodi Pendidikan Kimia Bersama Mahasiswa Baru dan Panitia PBAK 2019 Read More

Slide # 2

Family Gathering Chemistry16

Kebersamaan Keluarga Prodi Pendidikan Kimia dengan Leting 2016 Read More

Slide # 3

Pelantikan UKM ALAC Prodi Pendidikan Kimia

Peresmian UKM Sanggar Seni Kimia (SSK) dan Chemistri Language Club (CLC) Read More

Slide # 4

Pelantikan HMP Pendidikan Kimia 2018-2019

Pembukaan dan Penutupan Pelantikan DImeriahkan oleh Sanggar Seni Kimia Read More

Slide # 5

KOMINFO SQUAD

Penanggungjawab Semua Media Pendidikan Kimia Read More

Tampilkan postingan dengan label makalah manajemen pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah manajemen pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Oktober 2017

BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
 Pada dasarnya, tujuan pendidikan Nasional di Indonesia tentu saja bersumber pada pandangan dan cara hidup manusia Indonesia ini sendiri, yakni Pancasila. Sebagai implikasi dari nilai-nilai filsafat pancasila yang di anut bangsa Indonesia, dirumuskan dalam tujuan pendidikan nasional seperti terdapat dalam UU no. 20 Tahun 2003, yaitu: “Pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945”. Pendidikan nasional ini berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berikmanan dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, madiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.[1]
 Keberhasilan dalam penyelenggaraan lembaga pendidikan (sekolah) akan sangat tergantung pada manajemen pendidikannya. Karena manajemen pendidikan ini memiliki komponen-komponen pendukung pelaksanaan pendidikan, seperti: kurikulum, pembiayaan, peserta didik, tenaga pelaksana dan juga sarana dan prasarana. Komponen-komponen ini merupakan suatu kesatuan dalam upaya mencapai tujuan lembaga pendidikan (sekolah), artinya bahwa suatu komponen tidak lebih penting dari komponen lainnya, karena satu sama lain saling mendukung.[2]
 Dalam memperoleh pendidikan ini sendiri memerlukan banyak sekali biaya. Karena pada dasarnya pendidikan ini sangatlah mahal harganya. Namun, pendidikan tetaplah harus kita miliki. Sebagaimana pepatah mengatakan “tuntutlah ilmu dari buaian sampai tiang lahat”.